Posted by : Unknown Senin, 14 Maret 2016

     Tidak tau kenapa tiba-tiba kosan gue didatangin pembegal, entah apa yang dicari pembegal itu. Mereka masuk kamar gue dan melihat-lihat ke setiap sudut kamar seperti mencari sesuatu. Karena ketakutan, gue melarikan diri dan ngumpet di kamar temen kosan gue. Setelah itu, gue diselamatkan sama ibu kos yang sedari tadi mengawasi keadaan sekitar. Di sisi lain, pada waktu yang sangat tidak tepat, datanglah Bayhaqqi dengan sebuah buku di tangannya. Sepertinya dia mau nganterin buku ke kosan gue. Gerak jalannya yang santai dan simple itu menandakan seakan-akan dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di kosan gue. Sang pembegal itu bersembunyi dan memantau Bayhaqqi dari dekat. Bayhaqqi mulai mendekati pintu kosan gue. “Dinsu...!” teriak Bayhaqqi memanggil nama gue. Karena tidak ada jawaban, buku yg dipegangnya ditaruh begitu saja didepan pintu kosan gue. Tanpa di ketahui Bayhaqqi, sang pembegal diam-diam mengulurkan tangannya dan mengambil sebuah kunci yang terselip di kantong belakang Bayhaqqi. Sepertinya itu adalah kunci kosan Bayhaqqi. Bayhaqqi tidak menyadari hal tersebut. Dia balik badan dan berjalan menuju ke kosannya dengan wajah polosnya. Di tengah jalan, tiba tiba Bayhaqqi kepikiran kunci kosannya, dia mencari cari ke kantong sakunya tapi tidak ada. “kok ga ada ya? Ah, mungkin ketinggalan di kosan gue kali ya. Yaudah lah. Paling masih kecantol di depan pintu” pikir Bayhaqqi dan melanjutkan langkahnya menuju kosannya. Bayhaqqi tidak menyadari kalau di belakangnya ternyata sedari tadi pembegal itu mengikutinya menuju kosan. Sesampainya di kosan, Bayhaqqi mencari lagi kunci kosannya. Hasilnya tetep tidak ditemukan. Saat berbalik badan, dia dikagetkan oleh sosok asing yang tertawa jahat di hadapannya. Yap, itu adalah pembegal yang masuk ke kamar gue tadi. Dari situ gue ga tau keadaan Bayhaqqi selanjutnya. Gue ga tau dia selamat atau ngga

     Setelah keadaan sudah lumayan membaik, akhirnya gue keluar kosan dan melihat keadaan sekitar. Gue ga tau apa yang terjadi pada Bayhaqqi setelah di ikutin si pembegal tersebut. Tapi hal anehpun terjadi kembali. Tiba-tiba gue udah berada di padang pasir yang ssangat luas. Tetapi di padang pasir ini gue engga sendiri. Semua korban begal ada di sini. Jadi lebih tepatnya padang pasir ini adalah tempat berkumpulnya korban-korban begal yang selamat, termasuk gue. Saat itu juga, gue mencari-cari Bayhaqqi. Mungkin dia ada di antara korban-korban begal yang selamat. “Bayhaqqi mana ya? Dia selamat atau ngga ya? Jangan-jangan dia ga selamat. Ya udah lah bodo amat” gue mulai memikirkan Bayhaqqi. Disaat gue sedang kebingungan, tiba-tiba Bayhaqqi muncul di hadapan gue. “Dinsu !!!” teriaknya memanggil nama gue. “Bayhaqqi lu selamat?” tanya gue seneng karena bisa melihat bayhqqi ada di sini. “iya Su, gue selamat” jawab Bayhaqqi singkat. Setelah itu terdengar teriakan dari jauh “Woy..! jangan lari..” tidak tau kenapa salah satu dari korban begal yang sedang berkumpul itu teriak ke arah gue dan Bayhaqqi. Kita sih ga lari. Malah kita kebingungan kenapa mereka mengejar kita. Akhirnya kita lari mengindari korban begal yang terus mengejar di belakang kita. Setelah jauh berlari, kita sampai di tepi pantai dengan keadaan masih dikejar oleh semua korban-korban begal yang tadi. Kita kebingungan mau lari kemana lagi. “yaudah naik motor aja” kata Bayhaqqi tiba-tiba memberi saran. “naik motor gimana?“ tanya gue kebingungan. “nih liat nih ya” ga tau darimana asalnya, Bayhaqqi tiba-tiba sudah mengendarai motor dan melintasi lautan begitu saja. “loh? Bisa ya?” tanya gue bingung dan ga percaya kalo Bayhaqqi melintasi lautan dengan motornya. Akhirnya gue ikut naik motor dibonceng Bayhaqqi melintasi lautan dan meninggalkan korban-korban begal tersebut. Setelah jauh melarikan diri, tanpa diasadari kita sudah berada di Belanda (to be continue)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

- Copyright © Hanief Baihaqqi -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -