Archive for 2016
Gils... Barusan gw abis baca idntimes dan dapet artikel menarik yg ditulis oleh fajar nurmanto. Dia menjabarkan beberapa ciri ciri orang sok pintar. Mari kita ulas sedikit sebagai pengetahuan dan pembelajaran kedepannya. Dan harus diingat, gw nulis ini bukan buat sok pintar atau sok tau bahkan sok ide. Ini gw tulis buat mengingatkan diri gw pribadi karena kemaren pas bgt gw ketemu orang yg mirip mirip dengan ciri ciri sebagai berikut:
1. Sibuk sendiri dengan kegiatan yg ga penting
Orang sok pintar biasanya akan sok sok sibuk kaya diperlukan di berbagai tempat dan pengen dilihat sibuk oleh orang sekitarnya. Biasanya mereka mondar mandir ga jelas dan kalo ditanya pura pura ga denger biar dibilang sibuk gitu.. Orang dengan sikap ini akan seneng kalo kita ucapin "eh... Sibuk bgt sih lu" "ciee sibuk nih. Mau kemana lagi sekarang?". Mereka akan pura pura ga menggubris omongan kita dan langsung jalan begitu aja. Dan itulah yang dicari mereka sebenarnya. Dalam hatinya akan merasa puas karena udah terlihat sibuk dimata orang lain. Padahal kalo mereka orang pintar yg punya banyak ilmu, seharusnya dapat lebih menghargai orang lain dan bersikap lebih sopan.
2. Suka meremehkan orang lain
Orang sok pintar biasanya menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya bahkan kalo sebenarnya yg mereka rendahkan adalah orang orang yang memiliki derajat lebih tinggi. Orang sok pintar cendrung susah melihat kelebihan orang lain dan akan selalu membahas kelemahan orang lain. Mereka seolah olah akan merasa paling baik dibandingkan orang disekitarnya.
3. Mudah marah jika di kritik
Orang sok pintar akan selalu tidak setuju dengan apa yg diutarakan orang lain. Mereka tidak suka di kritik karena seakan akan itu adalah penghinaan bagi dirinya. Padahal kritik adalah bagian paling penting untuk memperbaiki diri kita sendiri. Dengan kritik kita akan tau bagian yang salah dari diri kita dan bagian mana yang harus kita perbaiki. Coba bayangkan jika seorang presiden tidak diberikan kritik. Maka kehancuran suatu negara akan terlihat dalam jangka pendek. Tuh guys.. Presiden aja boleh di kritik. Masa orang lain ga boleh. Sok pintar bgt tuh orang. Hahaha
4. Tidak punya pemikiran sendiri
Orang sok pintar biasanya tidak memiliki pemikiran yang baik dalam menganalisis masalah yang ada. Ya mau gimana nganalisisnya. Mereka aja sok pintar dan ga tau apa apa. Hahahaa... Mereka cendrung akan mengikuti pemikiran orang orang terkenal dan tidak dapat mengemukakan pendapat sendiri. Mereka akan muter muter di situ aja kalo ngomongin suatu masalah karena emang sebenarnya mereka gatau apa apa.
5. Selalu ingin dipuji
Nah... Ini dia... Orang orang sok pintar akan selalu senang kalo dipuji. Mereka akan makin merasa benar sendiri dan sangat sangat bangga dengan dirinya sendiri. Pujian ibaratkan makanan pokok mereka. Tujuan mereka sok pintar itu adalah pujian sebanyak banyaknya. Padahal segala puji hanya milik Allah swt. Astagfirullah..
Oke folks. Sekian dulu deh ciri orang sok pintarnya. Udah panjang bgt ini.. Bersambung ke tulisan berikutnya..
Kali ini gw mau nulis sesuatu yg ada dalam pikiran gw setelah sembaca salah satu artikel di webnya sijuki. Web itu menuliskan alasan ga penting nya pacaran. Jadi menurut gw emang bener bgt apa yg dikatakan disana. Menurut Wikipedia pacaran adalah hubungan yang dibuat untuk kemudian berlanjut ke jenjang pernikahan. Nah terus buat yg belum siap nikah apakah harus pacaran? Mungkin setiap pemikiran orang berbeda beda. Ya. Kalian boleh lah anggap pacaran itu biasa aja. Tapi apakah ada manfaatnya? Buat senang senang aja atau gimana? Bagi gw seneng seneng itu ga mesti harus pacaran. Toh kita bisa lebih dekat walau sebatas temen ataupun sahabat. Ingat lagi kata Wikipedia. Pacaran adalah langkah yg diambil untuk menuju jenjang kehidupan selanjutnya seperti pernikahan. Jadi kalo kalian masih sekolah ataupun kuliah buat apa pacaran? ya sebaiknya fokus pendidikan dulu lah demi kehidupan yang lebih baik nantinya.
Jaman sekarang seorang jomblo dianggap ngenes dan menduduki kelas 2 di kehidupan. Apa salahnya jika pilihan mereka menyukai tetap berstatus jomblo? "ah.. Bilang aja lu ga laku bay, udahlah. Jones lu namanya" mungkin pemikiran kalian saat baca tulisan gw seperti itu. Tapi sadarlah sob. Pilihan gw untuk ngga pacaran itu menurut gw udah yg terbaik. Setelah menimbang nimbang berbagai pilihan ternyata gw lebih baik fokus belajar dan mendapatkan apa yg gw mau dan diharapkan sukses dikemudian hari. Ini bukan alasan yg gw buat karena ngeles ga laku sob. Ataupun ngeles karena ditikung. Haha.
Gw sadar sekarang. Kenapa setiap jomblo banyak yang diejekin dan akhirnya memilih pacaran karena meraka ga kuat. Inilah problema yang dilanda bangsa kita saat ini. Paham ideologianya sudah terbenam kalau status pacaran itu pasti bahagia dan status jomblo dianggap kelas rendah dan bahan ejekan. Ditambah lagi para artis dan anak anak kekinian banyak yg memprovokasi dengan berbagai sosial media. Padahal banyak di luar sana mereka yang pacaran justru tidak bahagia dan banyak tekanan ketimbang jomblo.
Tidak tau kenapa tiba-tiba kosan gue didatangin pembegal, entah apa yang dicari pembegal itu. Mereka masuk kamar gue dan melihat-lihat ke setiap sudut kamar seperti mencari sesuatu. Karena ketakutan, gue melarikan diri dan ngumpet di kamar temen kosan gue. Setelah itu, gue diselamatkan sama ibu kos yang sedari tadi mengawasi keadaan sekitar. Di sisi lain, pada waktu yang sangat tidak tepat, datanglah Bayhaqqi dengan sebuah buku di tangannya. Sepertinya dia mau nganterin buku ke kosan gue. Gerak jalannya yang santai dan simple itu menandakan seakan-akan dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di kosan gue. Sang pembegal itu bersembunyi dan memantau Bayhaqqi dari dekat. Bayhaqqi mulai mendekati pintu kosan gue. “Dinsu...!” teriak Bayhaqqi memanggil nama gue. Karena tidak ada jawaban, buku yg dipegangnya ditaruh begitu saja didepan pintu kosan gue. Tanpa di ketahui Bayhaqqi, sang pembegal diam-diam mengulurkan tangannya dan mengambil sebuah kunci yang terselip di kantong belakang Bayhaqqi. Sepertinya itu adalah kunci kosan Bayhaqqi. Bayhaqqi tidak menyadari hal tersebut. Dia balik badan dan berjalan menuju ke kosannya dengan wajah polosnya. Di tengah jalan, tiba tiba Bayhaqqi kepikiran kunci kosannya, dia mencari cari ke kantong sakunya tapi tidak ada. “kok ga ada ya? Ah, mungkin ketinggalan di kosan gue kali ya. Yaudah lah. Paling masih kecantol di depan pintu” pikir Bayhaqqi dan melanjutkan langkahnya menuju kosannya. Bayhaqqi tidak menyadari kalau di belakangnya ternyata sedari tadi pembegal itu mengikutinya menuju kosan. Sesampainya di kosan, Bayhaqqi mencari lagi kunci kosannya. Hasilnya tetep tidak ditemukan. Saat berbalik badan, dia dikagetkan oleh sosok asing yang tertawa jahat di hadapannya. Yap, itu adalah pembegal yang masuk ke kamar gue tadi. Dari situ gue ga tau keadaan Bayhaqqi selanjutnya. Gue ga tau dia selamat atau ngga
Setelah keadaan sudah lumayan membaik, akhirnya gue keluar kosan dan melihat keadaan sekitar. Gue ga tau apa yang terjadi pada Bayhaqqi setelah di ikutin si pembegal tersebut. Tapi hal anehpun terjadi kembali. Tiba-tiba gue udah berada di padang pasir yang ssangat luas. Tetapi di padang pasir ini gue engga sendiri. Semua korban begal ada di sini. Jadi lebih tepatnya padang pasir ini adalah tempat berkumpulnya korban-korban begal yang selamat, termasuk gue. Saat itu juga, gue mencari-cari Bayhaqqi. Mungkin dia ada di antara korban-korban begal yang selamat. “Bayhaqqi mana ya? Dia selamat atau ngga ya? Jangan-jangan dia ga selamat. Ya udah lah bodo amat” gue mulai memikirkan Bayhaqqi. Disaat gue sedang kebingungan, tiba-tiba Bayhaqqi muncul di hadapan gue. “Dinsu !!!” teriaknya memanggil nama gue. “Bayhaqqi lu selamat?” tanya gue seneng karena bisa melihat bayhqqi ada di sini. “iya Su, gue selamat” jawab Bayhaqqi singkat. Setelah itu terdengar teriakan dari jauh “Woy..! jangan lari..” tidak tau kenapa salah satu dari korban begal yang sedang berkumpul itu teriak ke arah gue dan Bayhaqqi. Kita sih ga lari. Malah kita kebingungan kenapa mereka mengejar kita. Akhirnya kita lari mengindari korban begal yang terus mengejar di belakang kita. Setelah jauh berlari, kita sampai di tepi pantai dengan keadaan masih dikejar oleh semua korban-korban begal yang tadi. Kita kebingungan mau lari kemana lagi. “yaudah naik motor aja” kata Bayhaqqi tiba-tiba memberi saran. “naik motor gimana?“ tanya gue kebingungan. “nih liat nih ya” ga tau darimana asalnya, Bayhaqqi tiba-tiba sudah mengendarai motor dan melintasi lautan begitu saja. “loh? Bisa ya?” tanya gue bingung dan ga percaya kalo Bayhaqqi melintasi lautan dengan motornya. Akhirnya gue ikut naik motor dibonceng Bayhaqqi melintasi lautan dan meninggalkan korban-korban begal tersebut. Setelah jauh melarikan diri, tanpa diasadari kita sudah berada di Belanda (to be continue)